29 Juli 2016

6 Tahun Lalu

Hai! Belum sempet ngepost tentang nikahan tanggal 1 Mei kemarin. Berhubung ada yang lebih seru untuk diceritain hari ini, jadi postingan tentang akad & resepsi aku skip dulu hehe.

Hari ini, Jumat, 29 Juli 2016, adalah hari di mana aku pertama kali ketemu sama Mas Rizky, 6 tahun yang lalu. Nggak terasa ya... udah 6 tahun berlalu. Coba, siapa yang nyangka dari pertemuan di Halte FIB UI itu, 6 tahun kemudiannya kami sudah menikah 90 hari :D

Tiap tanggal 29 Juli, pasti keinget terus masa-masa pertemuan itu. Aku yang harap-harap cemas nungguin Mas Rizky di halte. Awalnya sih Mas Rizky berniat mau nemenin gue daftar ulang di UI. Berhubung doi gak dateng-dateng, akhirnya gue daftar ulang sendiri. Dan Mas datengnya pas udah selesai alias cuma jemput.

Nggak susah ya nebak bahwa cowok yang tiba-tiba parkirin motornya di depan halte itu ternyata Mas. Dengan setelan kaos berkemeja yang kancingnya dibuka semua, dia turun sambil sebentar mencari-cari. Keliatan dari matanya. Sampe akhirnya yaa aku duluan deh yang nyapa, "Rizky ya?"

Mas pun jawab, "Iya. Rara ya?"

Kami pun berjabatan tangan layaknya orang kenalan. Padahal mah udah kenalan dan ngobrol banyak via Facebook & SMS. Haha.

Sebetulnya hari itu aku nggak sendirian sih. Ada Zenny dan temennya yg kebetulan lagi nunggu bikun. berhubung bikunnya lama, jadi mereka sekalian nemenin aku ketemu sama Mas Rizky. Nggak lama dari kedatangan Mas pun, bikun datang. Mereka pamitan.

Tinggalah kami berdua di halte, Kikuk, canggung, bingung mau ke mana. Hahaha.

Ngobrol sebentar dan akhirnya aku memutuskan untuk pulang aja. Waktu juga udah sore dan aku laper. Nggak jelas juga soalnya mau jalan-jalan ke mana. Ditambah lagi kan Rizky cuma bawa helm satu.

Awalnya seneng bisa ketemuan sama Mas saat itu. Kayak lagi kopdaran sama kenalan gelap via facebook atau SMS (pada zamannya) hahaha. Berasa kayak lagi kopdaran sama calon pacar. Deg-degaannya beda, suasananya juga aneh gitu. Berasa mestakung buat "lanjutin" perkenalan ini.

Sampai akhirnya aku menyadari sesuatu bahwa Mas Rizky punya pacar dan aku juga punya (calon) pacar. Huft. Jadilah aku mulai membatasi diri deh, Nggak terlalu deket-deket banget gitu.

Setelah hari itu, Mas Rizky kalau mau ke kampus sempet beberapa kali jemput ngajak bareng. Terus sempet ngajakin pulang bareng juga. Tapi itu nggak berlangsung lama sih. Terus kita jauh-jauhan deh (cerita lengkapnya, menyusul yak! xp) Setelah dikasih jauh-jauhan, terus Tuhan ngedeketin kita lagi, sampe sekarang. Sampe akhirnya kita jadi suami-isteri,

Suami-isteri. Nikah. Kita, 6 tahun kemudiannya.

Masya Allah.... Skenario Tuhan suka gitu sih yak kayaknya? Nggak pernah bisa ketebak. Artis aja kalo mau main filem, udah baca skirp dan tahu endingnya. Eh tapi filem mah sandiwara ya.
Kalau takdir Allah mah bukan sandiwara :))))

Masih senyum-senyum sendiri kalau inget perjalanan-kisah aku dan Mas sejak 6 tahun lalu. Sejak pertemuan itu. (Harusnya sih agak lebih mundur ke sejak pertama kali kenalan di FB, hehehe). Masih nggak nyangka kalau jodohku itu, kamu, Mas. Bukan dia, bukan mereka. Aku nikahnya sama kamu. Aku boboknya di sebelah kamu. Aku masakin tiap harinya buat Mas. Aku bulan madunya sama Mas.

Aaaaaakkk :D :D :D

Seperti kata seorang teman saya yg bernama Upi, "Rencana Tuhan Pasti Baik" katanya. Iya ya, Tuhan selalu tahu mana yang baik dan nggak baik untuk kita. Mana yang bisa bikin kita bahagia dan nggak bahagia.

Alhamdulillah.. ini namanya nikmat Tuhan :)






Kalau kamu, gimana? Ada yang senggak nyangkanya kayak aku mengenai dengan siapa kamu menikah sekarang? :)




Love,
Rara

9 Juni 2016

Persiapan Pernikahan: My Simple & Casual Prewedding Photo!



Hai hai! Kali ini saya mau cerita tentang pengalaman foto prewedding ya. Nggak nyangka deh, ternyata ngerasain dan mengalami juga foto-foto ginian sebelum nikah haha. Berhubung saya sama Mas Rizky orangnya simpel, akhirnya tema foto prewed kita pun sangat sederhana tapi memberikan kesan yang manis :') #eaa

Lumanyan banyak juga yang kepo kita pakai foto prewed atau nggak. Lalu pakai jasa fotografer dari mana. Nah, kebetulan dari jaman pacaran kita sering banget difoto sadar maupun nggak sama temen satu jurusan, namanya Dio. Foto-foto hasil jepretan Dio itu selalu bagus dan feelnya saya suka banget. Mas Rizky pun sependapat kalau foto prewednya sama temen sendiri kan lebih nyaman, lebih rileks, lebih natural dan gampang menyesuaikan waktunya. Ditambah lagi budgetnya harga temen sis hehe. Akhirnya kita sepakat foto prewed kita sama Dio saja.





Foto ini ada sebelum cover AADC2 muncul loh haha.
Lokasi di Klaster FIB UI - Teksas UI
Dulu pas jaman pacaran suka ngayal pengen foto prewed di banyak tempat: di gunung, di laut, di Jogja, dll. Yaa namanya juga mengkhayal pasti kepikirannya yg bagus-bagus wkwk. Apalah daya kalau ternyata realitanya menyiapkan foto prewed nggak semudah yang dibayangin hahaha. Inget kan dengan tema sederhana yg kami pilih, well, sederhana adalah di mana kita memilih lokasi prewed nggak harus yg ribet dan jauh-jauh. Cukup di kampus sendiri alias di UI (Universitas Indonesia). Foto Prewed di UI juga nggak jelek-jelek amat kok. Secara ya itu kampus punya banyak taman dan spot-spot bagus buat foto :D

Soal pakaian pun kita pilih yang sesimpeeeeellll mungkin dan nggak bikin ribet. Cukup kemeja putih dan celana coklat senada. Simpel kan? Banget, haha. Agak rempong dan males kalau prewednya pake dress/jas dan semacamnya itu. Bukan kita banget.

Dari awal pun niat kalau pas prewed mau pakai kaos Yajugaya juga. Itu loh kaos yang menjual sajak-sajak dan kata-kata bagus di kaosnya. Waktu itu nemu sajak yang.. emm.. ini pas dan cocok banget sama yang saya dan Mas Rizky alami sepanjang menjalani hubungan ini.
Niatnya sih pake kaos Yajugaya ini mau mengapresiasi Randy sebagai pemilik kaos kece itu. Rizky kan kenal sama Randy dan kita undang dia juga ke acara nikahan kami. Siapa tau kalau lihat karyanya kita pakai dan mejeng di acara nikahan nanti, dia ikutan seneng gitu.. Haha. Siapa kita ya, Mas? xD

Akhirnya kami pakai 2 kostum sederhana yg ganti bajunya pun nggak perlu waktu lama. Make up saya pun sendiri, make up natural saja karena Mas Rizky nggak mau kalau make up nya terlalu menor :D


Kaos Yajugaya
"Yang kelar, tak perlu dikejar"
"Alasan tetap bersama, jangan karena terlanjur lama. Tapi karena rasa yang sama, seperti saat bersama"

Buku Skriptorium karya Rizky Ramadhani & Tim & Novel Jurnalis Idola karya Rara Indah NN 

Foto prewed di UI pun nggak butuh waktu berhari-hari. Cukup seharian saja dari jam 11an sampai jam 3 sore, foto-fotonya dapat banyak banget. Sesingkat itu saja lumayan bikin bibir pegel-pegel dan kram loh karena harus senyum terus hahaha. Apalagi pas tengah hari, fotonya di taman Firdaus UI, panas banget brooooo hahaha. Eh tapi hasilnya cakep masa! Untung keringetnya nggak keekspos yaaa wkwk

Dekorasi yg dipakai untuk foto pun nggak banyak dan aneh-aneh. Cuma bunga iket seharga Rp 15000 beli di tukang bunga, balon polkadot beli di pasar Kober UI, buku, dan skripsi buatan kami hahaha. Sesungguhnya foto prewed kami lebih banyak ngeksisnya dari pada ceritanya. Eh tapi justru dari foto-foto ngeksis itu, tujuannya biar orang-orang tau bagaimana perjalanan cinta kami sejak jaman kuliah. Kalau kami bukan anak kuliahan yg melulu belajar atau pacaran mulu, kami juga kuliah sama-sama, skripsian sama-sama, wisuda bareng, bahkan kami punya karya yg bisa membuat kami saling membanggakan :D

Skripsi & Makara UI

Lokasi di Taman Firdaus, UI

Lewat foto prewed, biarlah gambar yang bercerita. Biarlah orang berpikir sendiri tentang bagaimana kami adanya. Kami cuma ngikutin arahan Dio sebagai fotografer, nggak nyangka kalau hasilnya akan sebagus itu. Padahal sederhana banget yg dipersiapkan, nggak kayak prewednya orang-orang yg kadang pake dekorasi lengkap dan unyu-unyu hehe. Makasih Dio! *hug*







ASUS banget? Haha
So... Buat para calon pengantin yg bingung mau foto prewed atau nggak, di mana, kayak apa, dll, nggak perlu bingung-bingung... Diskusi bareng pasangan deh, karena membantu banget buat nentuin gimana-gimananya nantinya.

Mempersiapkan pernikahan memang bakal ribet dan bikin pusing. Jangan sampai foto prewed bikin kamu stress dan batal nikah loh *amit-amit* haha. Dibawa happy aja sis, bro.. Sesungguhnya Mas Rizky pernah bilang, kita menikah untuk bahagia. Jadi pra nikah nya pun dibawa santai, dibawa bahagia, dan buat seru-seruan aja. Jangan diambil pusing Cyn... hehehe





Ditunggu ya cerita prewedding berkesanmu! 



Love,
Rara.

4 April 2016

Persiapan Pernikahan: Bagi-Bagi Seragam Bridesmaid & Groommate

Ini adalah tulisan pertama di tahun 2016. Maaf ya sudah lama sekali menghilang. Janjinya di malam tahun baru akan nulis tentang keceriaan di malam penghujung tahun 2015, eh ternyata nggak sempat. Semoga kamu nggak ngambek ya, Fidho :*

Sebagai tulisan pertama di tahun 2016, gue mau cerita sedikit tentang kesibukan gue mempersiapkan pernikahan. Huwaaahhh, jadi ternyata begini loh rasanya nyiapin ini itu buat married. Ribet, nyebelin, repot, pusing, tapi seru dan menyenangkan hihi. Aplagi Papa membebaskan aku membuat konsep pernikahan seperti apa maunya aku. Dan aku boleh nyiapin apa aja yang aku suka dan mau. Begitu pula Rizky, calon suami gue yang nggak terlalu membatasi gue mau nyiapin apa aja buat hari H nanti hihi. Love you, Mas :3

Okelah, kali ini gue mau cerita soal Bridesmaid & Groommate yang nanti ada di acara nikahan gue. Mereka semua adalah orang-orang yang sangat deket sama gue dan Rizky. Anggaplah mereka sahabat. Mereka yang paham tentang siapa gue, siapa Rizky, bagaimana kami dan perjalanan cinta kami. Bahagia rasanya bisa melibatkan mereka di acara pernikahan kami. Meskipun nggak bisa kasih yang terbaik kayak orang-orang pada umumnya saat meminta mereka untuk jadi "pendamping pengantin", ya mudah-mudahan yang kami berikan bermanfaat buat mereka :D

Akhirnya, ada 2 jenis warna seragam yang gue kasih ke temen-temen. Berhubung kelompok mainnya beda-beda, jadi pertemuan yg gue jadwalkan dengan mereka ada 3 hari (banyak yes, alhamdulillah).

Pertama: Geng BroSist di Milan Pizzeria Cafe, Margonda, Depok

Janjiannya sih dadakan. Malamnya janjian, besok malemnya ketemuan. Kilat sih emang ketemuannya, tapi setidaknya niatnya tersampaikan. Mereka kira cuma kumpul-kumpul biasa dan makan malam bareng aja. Tapi akhirnya mereka "cukup terkejut" saat akhirnya gue dan Rizky mengumumkan bahwa bulan Mei nanti kami akan menikah. Kagetnya mereka pun makin nambah begitu gue ngasih satu-satu kotak berisi kain seragam untuk Zenny & Asti, dan kemeja batik untuk Mas Dwi dan Wahyu. Rencananya, nanti gue akan minta tolong mereka untuk bantu-bantu sepanjang acara. Tapi, khusus keperluan pengantin aja kok nggak sampe keseluruhan acara mereka yg menangani hehehe. Misalnya, ngedekor display foto-foto prewed, among tamu, dan PJ penerima tamu.

With Asti (kananku) dan Zenny (kiriku)

Perut kenyang, lalu foto-foto :D

"Ngedate" sama temen segeng nggak harus ke restoran mewah, yang penting kebersamaannya :)



Kedua: Sahabat dari SMP di Imperial Kitchen, Transmart Cilandak

Kalo yang ini sih, dari jauh-jauh hari udah nggak ada lagi yang disembunyiin. Bahkan seragam pun mereka yg request jenis bahannya. Hahaha. Udah dari dulu banget memang gue punya rencana kalau gue nikah nanti, mereka kudu wajib dapet seragam khusus dr gue. Gila, ini sahabat dari SMP betah banget nempel-nempel sama gue hahaha (pede banget). Namanya Anis dan Ayu. Kalo sama Anis sih dari SD juga udah deket. Makanya, temenan dan sahabatan yg paling klop ya sama mereka dari dulu duluuuuu. *baru ngetik segini aja, pundak kanan udah sakit :( *senam kecil dulu

Seragam Anis dan Ayu nanti akan sama dengan Geng BroSist. Warnanya silver gitu. Warna kesukaan Rizky dan kesepakatan kami berdua biar elegan. Hehe. Mereka berdua aku minta tolong untuk jadi khusus pendamping pengantin! Dari mulai jadi pengapit gue pas akad nanti, sampe nyuapin makanan karena gue yakin banget pas hari H nggak bakalan sempet makan kalo nggak dijejelin. Wkwk Mudah-mudahan gue dan Rizky nggak jadi pengantin yg merepotkan mereka berdua hahaha.

Abaikan pring dan gelas kotornya ya, apalagi ada sisa risole mayonaise nya hahaha


Ketiga: Manis Mandjah di Milkme Cafe, Jalan Paso, Jagakarsa

Ini dia nih grup paling heboh! :D Gue diinterogasi habis-habisan demi memuaskan rasa penasaran mereka soal "pernikahan" hahaha. Duh, belom nikah aja mereka banyak pengen taunya, apalagi kalo nanti ketemu mereka pas udah nikah yak? Jadi ngeri hahahaha.

Ketemuan sama mereka agak lebih persiapan ya. Dari janjian pake baju putih dan jilbabnya warna ungu, terus gue siap-siap bawa balon biar nanti kalo foto-foto seru dan nggak sepi-sepi banget. Yang pasti mereka sih yang nganggep bahwa pertemuan kali ini semacam Bridal Shower ala-ala gitu hahaha. Kalo udah ngumpul sama mereka kadang suka lupa waktu. Lebih tepatnya waktu berjalan terlalu cepat, sementara obrolan nggak akan pernah selesai hahaha. Nah, seragam untuk mereka warnanya nuansa pink dan ungu :)

Dan so sweetnya, aku dikasih bunga~ makasih Manis Mandjah~ :*

Cukup pakai balon, acara yang biasa aja jadi lebih meriah 

Baju janjian warna putih dan jilbab nuansa ungu

Begitulah pengalaman gue tentang bagi-bagi seragam ke calon Bridesmaid & Groomate gue. Buat kalian yang ada rencana mau kasih seragam buat Bridesmaid/Groomate kalian, gue ada tips kecil-kecilan. Kalian perlu ingat, bikin acara seperti ini nggak perlu mewah. Sederhana pun bisa dan ternyata lebih berkesan lho. Kalo gue sih menyadari saja, gue nggak punya banyak dana untuk nyewa restoran dan jasa EO buat ngedekor acara "Bridal Shower" gue ini. Kreatif nggak perlu keluar banyak duit kok.

Kerja sama sama temen-temenmu juga nggak papa kok. Ngedekor bareng-bareng kalo memang mau pake dekorasi segala. Berhubung gue orangnya simpel, dekorasinya ya cukup balon aja itu udah cukup meriah kok. Janjian pake baju dengan warna senada sama sahabat-sahabatmu biar pas difoto keliatan kece. Sebetulnya, bagi-bagi seragam pun nggak wajib banget. Itu tergantung kesepakatan si calon pengantin aja. Seragam nggak harus si calon pengantin yg ngasih. Bisa juga dengan cara patungan alias beli seragamnya sendiri-sendiri atau beli bahan bareng-bareng dan jahit bareng-bareng. Kalau kayak gitu kayaknya lebih hemat tapi setiap temen yg nanti nikah bisa terus seragaman bareng dengan warna yg berbeda-beda, Koleksi kebaya makin banyak deh hehehe.

Jadi, jangan merasa ketinggalan jaman dan nggak up to date kalo seandainya kamu nggak bisa kasih seragam ke sahabat-sahabatmu pas kamu nikah, atau nggak seragaman satu geng pas temenmu nikah. Apalagi cuma nurutin gengsi biar bisa di-upload di medsos hihihi. Harus disesuaikan dengan kemampuan "kantong"mu juga yaa... Karena printilan persiapan nikah itu nggak sekadar ngasih seragam ke temen-temenmu.

Sampai jumpa di cerita selanjutnya ya~~~










-Rara-

19 Desember 2015

2015 will be end :')

Nggak terasa yah sebentar lagi tahun 2015 habis. Nggak terasa juga banyak yang telah gue lalui selama satu tahun ini. Bauanyak banget sampe lupa apa aja yang udah terjadi. Inilah buruknya kalo udah jarang nulis buku diary, terus nggak rajin juga nulis blog. Tapi hobi banget nulis caption dagangan di Instagram wkwk xD

Oke, balik lagi ke tahun 2015 yang akan segera berakhir, Ada banyak hal yang terjadi dan telah gue lewati selama tahun 2015. Anniversary yang ke-4 sama Rizky di tanggal 1 Januari, hari ulang tahun Rizky yang kita rayain di Cafe Gumati Bogor, ulang tahun Awal gue ajak dia beli sepatu ke Margo dan sepatunya masih awet :') , ulang tahun Mama ngapain ya? Kok lupa hehe. OH IYA! Pantesan lupa, karena yang keinget adalah bulan April gue jalan-jalan ke JOGJA sama Ayu Anis! FINALLY! Ulang tahun Papa yang aku buatin boneka AUP untuk pertama kalinya, dimulainya arisan nikah bareng Asti-Mas Dwi-Wahyu-Zenny-Rizky, ulang tahunku... dan... :") :") :") Malu ih ngomongnya hehehehe

Itu cuma sebagian kecil kenangan yang teringat selama tahun 2015. Masih banyak lagi sebenernya tapi butuh waktu ekstra buat ngingetnya hehehe. Yang paling spesial di tahun 2015 adalah gue ulang tahun ke-24 dan akhirnya gue sama Rizky memutuskan akan mempersiapkan pernikahan. Maksudnya dilamar? Eh gatau sih ini udah dilamar atau belum hahaha. Yang pasti, Papa sudah bicara secara langsung dengan Rizky, aku sudah ditanyakan kemantapan hati ini oleh Papanya Rizky, dan kedua orang tua kami telah bertemu untuk membahas pernikahan kami. Aaaaaaakkk, i'm getting married????

Rasanya pengen nulis kronologisnya tapi panjang banget kalo diceritain. Jadi ceritanya singkat aja kali yah, hihihi.

Well, sekitar bulan November lalu (sebelum gue ulang tahun), Papa meminta Rizky datang ke rumah. Kebetulan Papa ingin menanyakan keseriusan Rizky terhadap hubungan yang telah kami jalin dari awal kuliah hingga kami lulus dan wisuda masih juga pacaran, wk! Papa memang tipe orang yang lebih senang "menanyakan" dari pada Rizky yang tau-tau ke rumah dan melamar (sedangkan Papa belum siap terus malah kaget takutnya hahaha). Awalnya gue deg-degan banget karena yang paling pertama ditanya Papa ya gue. Pertanyaannya seputar "Jadi kamu sama Rizky ini gimana?" Berawal dari pertanyaan itu akhirnya obrolan pun jadi panjang dan serius. (Aaaakk tidak!)

Akhirnya setelah ngabarin tentang obrolan antara aku dan Papa, Rizky pun datang minggu depannya. Bertemulah kedua pria ini dan saya menjadi saksi obrolan mereka. Awalnya basa-basi... lama-lama langsung to the point deh. Inilah yang bikin gue tegang. Takut banget kalo sampe Rizky salah bicara. Karena bisa aja Papa jadi nggak suka Rizky hanya karena salah memilih kalimat kan? Tapi alhamdulillah, obrolannya lancar :"D Papa bertanya tentang keseriusan, Rizky menjawab dengan mantap dan tanggung jawab.

Bahagia, haru, sedih juga :') Bahagia karena nggak nyangka obrolan tentang "ini" akan datang secepat ini, nggak disangka-sangka. Haru karena dengerin obrolan mereka, dari situ aku baru menyadari batapa sayangnya Papa sama gue, betapa "dekat"nya Papa sama gue. Papa begitu memperhatikan gue (sampe gue merasa beliau protektif banget), tapi ternyata... ya... itulah bentuk rasa sayang Papa ke gue. Gue pikir selama ini Papa cuma ngekang aja tanpa mikirin perasaan gue yang merasa butuh "segala hal" seperti remaja pada umumnya. But, aaaaa susah diungkapkan dengan kata-kata. Intinya.. betapa sayangnya Papa dengan anak perempuannya ini. Papa begitu melindungi, begitu mengasihi, begitu perhatian... Papa bahkan sesekali menyinggung tentang bagaimana gue ke Rizky, yang gue aja nggak nyangka Papa bakal sedalam itu mengerti tentang anak pertamanya ini. *ahelah, sedih kan, ck* Ya itulah pokoknya, haru bercampur sedih. Tapi ada kata-kata Papa yang bikin hati nyessss dan sedih, yaitu pada saat ketika Papa seakan-akan ingin menitipkan gue ke Rizky dan minta tolong agak gue dijaga seperti Papa menjaga aku selama ini. *meweeeekkkk*

Dari obrolan itu, akhirnya sepakat bulan depan (bulan Desember), Rizky akan ajak orang tuanya main ke rumah. Ya sekadar silahturahmi karena Papa ingin mengenal lebih dekat dengan keluarga Rizky. Awalnya gue bingung, kenapa ya kok Papa pingin buru-buru amat gue nikah. Ya kalau dipikir-pikir sih ya ngapain lama-lama kalau bisa cepat. Rizky juga setuju kalau bisa segera nikah, ya nggak perlu lama-lama. But, apa gue udah siap? Wallahualam :D :D :D Sedangkan Mama... ya sebetulnya Mama ikut apa kata Papa saja sih, Tapi entah kenapa gue merasa kalo Mama belom pengen gue nikah cepet-cepet... Kayak belum rela kalau anak gadisnya mau nikah :")

Jadi inget sama kata-kata Papa begini:
"Papa sebetulnya lupa sama ulang tahun kamu. Papa ingetnya pokoknya kado ulang tahun kamu yaa ini." (ini itu maksudnya bentar lagi nikah). Yampun, nih Papa Papa kepengen cepet-cepet punya cucu kali yak hahaha.

Tapi bener juga sih. Gue nggak bakal sangka seumur hidup gue kalau di hari ulang tahun ke-24, hadiah terindahnya adalah Papa Mama telah merestui hubungan kami bahkan ingin segera meresmikannya ke jenjang pernikahan. Alhamdulillah ya Allah.... meskipun sebenernya masih ngarep "dilamar" sama Rizky tapi yaudahlah ya... orang tua udah saling ketemu saja itu udah progress yang wow banget :D

Ulang tahun ke-24 kemarin juga tadinya kupikir nggak ada perayaan spesial. Tapi siapa sangka Rizky mempersiapkan semuanya dengan rapiiiii. Bahkan sampai izin ke Mama pun ku gatauuuu >,< Kejutan? Yak, ini baru namanya kejutan!! Di saat gue lagi mimpi enak, susah melek, disuruh bangun sama Papa, begitu melek ada Rizky pegang kue. Aaaaaaaa~ Maluuuu~ *elap iler pake sarung guling* Masya Alloooohhh, ini muka jeleknya kayak apa cobaaaa hahaha. Hal itu nggak akan pernah gue lupakan seumur hidup!

Siangnya Rizky ajak aku jalan-jalan ke puncak. Berhubung lapar, kami mampir ke Cimory untuk makan siang yang kelewat, terus keasikan ngeliatin pemandangan puncak, eh hujan dan bingung mau pulang kapan XD Andai sudah menikah, kami nggak perlu pulang tapi lanjut nginep aja. Capek banget kalo inget perjalanannya dari Puncak ke Jakarta naik motor plus hujan-hujanan. Tapi... itulah hidup. Susah senang dijalani saja, dibawa enjoy saja. Entahlah hari itu bawaannya hepi hepi aja sih hihihihi *Next time akan gue ceritain tentang hari ulang tahun ke-24 ini lebih lengkap ya :D*

Maafkan cahaya yang agak gelap. Ini detik-detik sebelum akhirnya hujan derassss hahaha 

Nggak sabar rasanya menyambut tahun 2016 datang. Awal-awal tahun yang menegangkan tapi bakal seru sih kayaknya karena bakal nyiapin ini itu menjelang hari H. Semoga tahun 2016 tahun yang penuh keberkahan buat gue, Rizky dan keluarga. Agar apa yang kami niatkan bisa dimudahkan Allah SWT. Aamiin ya Allah :')



See you on next story yaaaaa *kiss kiss* *big hug*

With Love,
Rara

29 Juli 2015

Drama Online Shop di Instagram

Mumpung abis bantuin nyokab ngetik dan laptop masih nyala, mau curhat deh tentang olshop di Instagram. Terhitung udah hampir 3 tahun aku punya olshop @wawawiskyflanel di Instagram. Paling baru 2 tahun terakhir ini aja aktif di Instgram. Seperti misalnya, produk baru ditambah, memperbaiki kualitas foto agar menarik banyak follower, hingga ikutan beberapa cara promosi mulai dari SFS-an sampe buat akun promote di Instagram.

Dengan usaha yang NGGAK SEBENTAR, akhirnya bisa juga ngumpulin follower sekitar 2300-an. Itu pencapaian yang cukup memuaskan loh. Bisa dapat like banyak juga rasanya bikin kerja jadi semangat, bikin jadi lebih kreatif untuk nulis caption sampe mikirin ide konsep foto. Nah, pasti sakit hati dong udah capek-capek mikirin ide konsep buat fotonya, cari posisi moto agar pencahayaannya kece dan pas, eh tau-tau pas kita posting di Instagram, ada olshop lain yang dengan SEENAKNYA "nyolong" foto kita. Padahal ya, padahal... itu foto udah ada watermarknya. Malingnya nggak kreatif.

Waktu awal-awal bikin akun olshop di Instagram, yang jualan mawar flanel seperti produkku itu bisa dihitung pake jari. Sejak tahun 2014, mulai banyak olshop yang jual mawar flanel. Kepo dong pasti? Yaiyalah... hampir tiap minggu, aku pasti survey hestek #mawarflanel untuk lihat siapa aja olshop yang jual produk yang sama denganku. Ternyata banyak. Dari yang hasilnya nggak layak jual sampe yang memang beneran oke untuk dibeli. Dari yang olshop baru sampe yang awalnya jualan baju/kerudung/dll tau-tau ikutan latah jualan mawar flanel. Ckck..

Dari sekian banyak olshop itu, ternyata ketakutanku pun terjadi. Awalnya ngerasa nggak enak gitu. Ternyata bener, fotoku banyak yang "dicolong" olshop baru untuk ngisi koleksi foto di IG mereka supaya kesannya jualannya nggak baru-baru amat. Hemmmm, gemes banget rasanya. Gak cuma foto yang "dicolong", tapi juga ide produkku dipake sama beberapa dari mereka. OMAIGAT! Rasanya pengen ngacak-ngacak  yang punya IG aja deh T.T

Ternyata jualan di Instagram, tantangannya banyak banget yaaa.. bikin jualan jadi drama menye-menye banget! Jualan di Instagram itu keras, bro sis. Harus kuat mental. Harus tegas kalau ada hal-hal yang nggak ngenakin semacam "kecurian" seperti aku ini. Harus banyak-banyak bersabar kalau ngeliat banyak pesaing yang "cari jalan pintas" buat dapetin pelanggan: seperti misalnya ngambil foto tanpa izin, njiplak karya, sampe ada yang nyuri follower kita juga loh. (temen aku mengalami yang ini).

Susah memang kalau jadi pelopor atau orang pertama yang berhasil menciptakan sesuatu. Apalagi produk yang aku jual ini termasuk buatan tangan, yang butuh kreatifitas dan keteletian. Nah banyak orang cuma ngincer hasil atau duitnya aja, tapi kreatifnya nggak pake otak dan moral. Takut nggak dapet pelanggan, akhirnya pake foto orang sembarangan. Yaelah.... harga menentukan kualitas kali. Kalau dari awal juaannya udah nyolong foto orang kayak gitu sih, insya Allah hasilnya juga nggak berkah. Bukannya mau nyumpahin, tapi dia udah nipu banyak orang loh kalau kayak gitu. Sedih ih.

Saran aja buat kalian yang pengen jualan di Instagram atau media sosial lainnya:
1. Jangan lupa kasih WATERMARK di foto produk ya. Temenku saja yang sudah pakai watermark gede-gede di foto produk, masih kecolongan.
2. Jangan pernah menggunakan foto orang lain tanpa izin. Kuncinya kamu harus PD sama hasil karyamu sendiri.
3. Jangan pernah diam saja kalau foto produkmu dipakai orang lain tanpa izin. Kamu berhak menegur dan meminta mereka untuk tidak menggunakan fotomu lagi loh.
4. Selalu ingat, Allah nggak pernah tidur. Allah bisa lihat mana yang usaha cari berkah pas jualan dan yang cari jalan pintas demi mendapat kekayaan. Rejeki kita nggak akan pernah tertukar :)

Panjang juga curhatnya pagi ini hahaha. Tapi lumayan deh, jadi lebih meredam emosinya. Tinggal menunggu hasil saja, apakah teguranku tadi digubris atau didiemin aja sama yang punya olshop. Nggak habis pikir deh kalau ternyata dia nggak tahu maluuuu wkwk.

Sekian dulu ya drama olshopnya :D :D

28 Februari 2015

Hai, Kamu yang Ada di Hatiku

Hai, kamu yang ada di hatiku. Terima kasih ya sudah bertahan berada di sampingku, kala aku butuh sandaran. Terima kasih juga sudah selalu ada di belakangku, kala aku nyaris putus asa dan butuh penyemangat.

Hai, kamu yang ada di hatiku. Jangan pernah bosan ya mengirimiku pesan "selamat pagi" di setiap harimu membuka mata. Jangan pernah lelah juga ya untuk aku mintai pendapat di setiap semua kegelisahanku. Maaf, aku nggak jago mikir sepertimu. Hehe

Hai, kamu yang ada di hatiku. Teruslah berada di sana, menjaga dan menebarkan bunga-bunga cinta, pemegang kunci pintu hatiku yang utama. Jangan pernah biarkan, aku yang memegang kunci pintu hatiku sendiri. Aku ingin kamu yang menjaganya, menjagaku, menjaga hari-hari kita.

Hai, kamu yang ada di hatiku. Hanya kamu yang aku mau. Hanya kamu yang aku harap. Dan hanya kamu yang selalu ada dalam benak, angan-anganku di masa depan.

Hai, kamu yang ada di hatiku. Aku selalu berharap kita akan bisa melewati setiap tanggal satu yang ada, bersama-sama. Hingga tanggal satu tak lagi pernah ada. Mungkinkah? Semoga Tuhan selalu mendengar doa-doaku untuk kita, yang terbaik untuk kita.

Hai, kamu yang ada di hatiku. Aku menunggumu memintaku tuk bersanding di sebelahmu, selamanya. :)


7 Februari 2015

Reuni SMP


My Best <3
Rasanya udah lama banget nggak nulis blog, nggak cerita-cerita tentang apa aja. Bahkan gue udah melewatkan beberapa moment penting untuk diceritakan di sini. Okelah, mungkin kapan-kapan ceritanya bisa disusul. Kali ini, gue mau cerita tentang keseruan semalam. Iya, semalam: saat reuni ketemu temen-temen SMP :)

Jujur, awalnya males banget mau ikutan reuni. Soalnya udah lama banget gak ketemu sama temen-temen SMP dan mungkin (memang iya) udah lupa sama nama-namanya. Belum lagi karena jarak tidak bertemu yang terlalu lama, pasti bikin obrolan juga agak-agak nggak nyambung satu sama lain. But, bukankah fungsi reuni adalah untuk mempertemukan jarak yang sudah lama tidak mempertemukan kami satu sama lain? menceritakan segala hal yang telah dilalui masing-masing satu sama lain? saling berbagi info tentang kesibukan dan kesuksesan masing-masing? dan... menyambung kembali tali silahturahmi seperti mengingatkan kembali nama teman-teman yang memang sudah lupa :)

Akhirnya, gue putuskan untuk ikutan reuni setelah berpikir panjang. Dengan niat itu juga akhirnya mulai nyicil nyiapin dresscode untuk dipake ke acara reuni. Bonusnya, bisa berangkat bareng sama sahabat: Anis dan Ayu. Jam 7 kurang, kita meluncur bertiga ke Matoa, lokasi reuninya. Begitu sampe sana, bener aja, udah ada beberapa orang yang datang dengan pakaian serba hitam-putih (gue juga pake baju warna itu sih) ngumpul di depan meja registrasi. Sialnya, gue nggak inget ada siapa aja di sana! Hahaha.

Satu persatu saling nyapa. Ah, yang nyapa taunya temen SD gue, hahaha. Jelas aja gue masih inget hihihi. Begitu ketemu sama teman-temen yang lain... ahhhhh ini siapa ya namanya? yaudahlah nanya aja deh hihihi sambil cipika cipiki sama temen-temen cewek. Untuk beberapa temen cowok, gue nggak nyapa secara langsung KARENA malu aja sih, nggak enakan haha. Mereka juga lagi ngumpul sesama cowok gitu sih, kan aku malu~ *apasih

Acara pun dimulai dengan perkenalan (lagi, kayak macem ospek aja ya!). Tapi perkenalan itu penting untuk saling inget ini nanya siapa, dulu kelas berapa, dan sekarang lagi sibuk apa. Seneng banget bisa inget satu per satu nama-namanya (meski abis itu lupa lagi, untung ada nametag! hahaha). Mulai deh keingetan lagi jaman dulu dia itu yang ini loh,,, dia itu yang dulu di kelas ini loh... bla-bla bla. Kalo bagian perkenalan kaya gini tuh, gue paling nggak pedean. Kenapa? Karena suara gue cempreng dan aneh aja denger suara sendiri kalo pake mic. wkwk! Tibalah giliran gue.

Semua mata pun tertuju pada gue. Ah! deg-degan! Haha. Gue perkenalkan diri, dulu ada di kelas berapa, dan lagi sibuk apa sekarang. Seneng juga akhirnya bisa ngomong di depan temen-temen lama. Apalagi pas gue bilang lagi persiapan buku kedua, ternyata beberapa dari mereka udah tau kalau gue punya buku. Seneeeeeng, jadi ngerasa keren di depan temen-temen. Setidaknya, gue yang dulu jaman SMP dikenal doyan nulis, sekarang berhasil bikin buku beneran hihihi alhamdulillah~ Jadilah ajang promosi buku secara singkat hahaha

Setelah selesai acara perkenalan, lanjut acara makan, games, musik, dorprize, tuker kado, dan foto-foto. Hei, apa sih yang paling menarik saat kalian ikutan reuni? Pasti pernah ngalamin dong? Kalo gue... haha, ya begitulah. Kayaknya gue nggak pernah berubah dari jaman SMP sejak gue mutusin dia. Iya dia, mantan gue.

Reuni, ajang ketemu temen lama ditambah bumbu nostalgia. Itu bagi mereka yang mau niat ikutan reuni dan ngobrol ke semua temen-temen lama. Kalo gue? Haha entahlah. Dari awal acara dimulai, gue duduk di bangku yang sama. Hanya pindah dan meninggalkan kursi saat ngambil makanan dan foto-foto. Padahal... mantan duduk di meja persis di belakang gue. Gue, dia, sedekat apapun kami, tetep nggak ada yang inisiatif maju duluan untuk saling sekadar bilang "Hai, apa kabar?". Ya, itulah kami. Ups, lebih tepatnya, itulah gue.

Putus setelah dua bulan pacaran pas SMA, membuat hubungan pertemanan kami berubah sejak hari itu. Padahal sebelum pacaran, kami akrab banget. Salah kayaknya kalau ada cinta di antara pertemanan. Ya beginilah hasilnya. Ya sudahlah... positif thinking aja, boleh kan? Gue berpikir, mungkin... kami sama-sama sudah dewasa dan... sungkan untuk saling menyapa. Apalagi dulu kami pernah ada apa-apa. Buat gue, masih bisa lihat dia sehat saja, itu sudah patut disyukuri. Masih lihat dia akrab dengan rokoknya, disenyumi saja dalam hati. Doakan terus supaya suatu hari bisa berhenti merokok. Apapun, doakan saja yang terbaik.

Jika semalam gue lihat dia dengan dandanan yang yah... seperti itulah, cukup tau saja. Mungkin memang style-nya seperti itu. Mungkin juga karena sampai sekarang dia masih jomblo, jadinya nggak ada yang ngurusin rambutnya yang nggak beraturan, atau pilihan bajunya yang kurang pas. Pokoknya kalau dia punya pacar, dipastikan tampilannya nggak akan seperti semalam. Semoga... lima tahun lagi saat ada reuni lagi, tampilannya sudah lebih berwibawa dan bersanding di sebelah pendamping hidupnya :)) Amin.

Jeleknya nggak saling sapa, yaa.. reuninya kayak nggak berfungsi sih jadinya. Tapi bagusnya... gue nggak perlu mengabadikan momen pertemuan kami di photo booth, ya kan? :D Meskipun dulu jaman perpisahan SMP, gue kepengen banget foto bareng doi. Tapi ya sudahlah. Biarlah kisah kami menjadi masa lalu yang tak perlu dinostalgiakan kembali :")

Wajah-wajah calon ibu rumah tangga wkwk
HIKMAH DARI REUNI: BISA FOTO BERTIGA SAMA ANIS DAN AYU! AAAAAA!!!

Serius deh. Kita bertiga jaraaaaaaaaaaaaang banget ketemu. Sekalinya ketemu, NGGAK PERNAH foto bertiga. Keterlaluan banget loh itu namanya. Hahaha. Tapi gue sayang sama mereka. Well, makasih banget untuk panitia yang udah buatin acara REUNI SATAS ini. Gue jadi bisa foto bareng sama sahabat-sahabat gue. Makasiiiiiih banget! :D

Harapan gue kalo nanti ada reuni lagi: menu makan malamnya lebih enak dong dan lebih hangat hehehe. Plus games atau acaranya lebih kece lagi. Tapi secara keseluruhan, gue menikmati acara semalam. Makasih ya panitiaaaa: Rizka, Andre, Anggit, Ayom, Helmi, Nurdin, dll :D




Beruntung gue punya kalian berdua :')

2 November 2014

Me, Navy Blue, and Jurnalis Idola




Nggak ngerti sejak kapan, aku mulai suka bahkan tergila-gila dengan warna biru navy. Rasanya adem dan cocok saja sama warna kulit. Lebih percaya diri kalau pakai baju atau sepatu atau apapun yang berwarna biru navy atau biru dongker ini. Nggak nyangka, hampir semua baju, sepatu, dan beberapa stuff lainnya di rumah warnanya biru navy hehehe.

Warna favorit kalian apa? ;)


Cheers,
Rara.

-----------------------------------------
Photo taken by @rramadhani
Location at Kebun Binatang Ragunan Jakarta
Outfit by own collection

46 Months(sarry)

Wah, sudah lama nggak curhat di blog. Sekalinya curhat, nulis tentang hubungan aku sama Rizky sudah 46 bulan. Weleh-weleh... kata Rizky, "Banyak sekali bulannya. Itu bulan, atau sekolahan?". Hmmm, mentang-mentang alumni SMA 46 jadi gitu deh hehe.

Alhamdulillah, tanggal 1 November kemarin adalah hari yang paling membahagiakan buat aku. Kenapa? Karena tanggal itu adalah hari di mana aku sama Rizky genap 46 bulan, tanggal itu juga merupakan awal dimulainya bulan November. Bulan kelahiranku... Iya, sebentar lagi aku ulang tahun. Hahaha!

Kebetulan tanggal 1 bertepatan dengan hari Sabtu. Nggak ada perayaan apa-apa sih. Ngucapinnya juga tepat banget jam 12 malam soalnya kita berdua baru balik nonton konser di Pekan Budaya Jawa FIB UI. Hm, sebenernya lebih tepatnya abis nonton Rizky manggung bersama Sekar Sriwedari hehehe. *Ciye, pacarnya anak band. Violinis pula.*

Balik lagi ke hari Sabtu di tanggal 1. Aku memutuskan untuk minta izin sama bokap supaya bisa keluar rumah selepas Isya. Ya buat apa lagi kalau bukan untuk malam mingguan sama Rizky hehehe. Setelah lama nggak pernah malam mingguan, akhirnya awal bulan November ini kami melewatinya dengan malam mingguan. Ih, co cweet!

Nggak ke mana-mana kok. Nggak nonton... cuma mampir ke KFC, nemenin Rizky makan malem. Dan gue yang nggak lapar akhirnya menikmati cream soup KFC kesukaan gue. Memang jauh dari kata romantis seperti kebanyakan orang sih... Yaelah, masa harus pake lilin-lilin gitu sih. Nggak perlu juga deh kayaknya haha. Romantis itu kan gak harus diukur dengan candle light dinner. But, suatu hari pasti kami akan merasakannya juga, tapi nggak sekarang. Mepet bro waktunya. Jam 9 udah harus pulang ke rumah wkwk

Hal yang paling menyebalkan saat malam mingguan tanggal 1 itu ada 2. Pertama, Rizky cerita katanya waktu abis manggung di Bulungan bulan lalu itu, ada cewek yang pengen kenalan gitu sama dia. Tapi nggak jadi gara-gara salah seorang temen satu band-nya bilang kalau Rizky udah punya cewek. Hmmm, gue masih kepikiran sampe sekarang kenapa itu cewek nggak jadi kenalan sama Rizky ya? Harusnya sih kalau memang niatnya pengen kenalan aja yaaa kenalan aja kali meski tau Rizky-nya udah punya cewek. Kenapa harus nggak jadi gitu? Berarti ketauan kan kalo niatnya udah kejauhan? Maaf ya Mbak, Rizky-nya punya saya! Hehehehe

Kedua adalah... hmm, agak males sebenernya mau cerita. Tapi ini paling menyebalkan! Di hari yang paling menyenangkan itu karena bisa malam mingguan harus rusak gara-gara aku mulessssss T,T hiks. Entahlah kenapa tiba-tiba mules-mules. Masuk angin kali ya gue? Ya ampun... sedih banget gak sih? Huhuhu.

Tapi nggak apa-apa lah. Terpenting adalah kali ini aku bisa melewati tanggal 1 bareng Rizky tanpa bete-betean seperti tanggal 1 Oktober kemarin hehehe. Seru, menyenangkan lah walau singkat. Harapannya gak muluk-muluk, semoga jalan masih akan panjang untuk kami berdua. Itu saja. Karena... dua bulan lagi kami genap 4 tahun bersama. Aduh... mules kalo inget udah selama itu hahaha merinding... semoga sih, nggak kelamaan pacarannya. Semoga rejekinya buat segera nikah bisa terlaksana *alah-alah, masih pagi udah ngomongin nikah wkwk* yaaa namanya juga berdoa. Hehehe

Intinya semoga kami berdua sehat terus, rejekinya ngalir terus, dan Allah selalu merestui perjalanan yang nggak singkat ini. Amin. Rasanya makin hari makin gak pengen jauh-jauh. Hehehe. Terima kasih ya Rizky, sudah mau bercapek-capek dan berbahagia bersama selama 46 bulan ini :)) Sayang kamu :*